11 Film
Indonesia yang mendunia paling bagus
banyak juga yang tidak menyangka kalau ada banyak fim indonesia yang mendunia, mungkinlihat bioskop trnsTV aja rasanya sudah minder hehe..
serasa mana mungkin gitu...
jadi saya ingin posting tentang 11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus, berdasarkan rekomendasi dunia maya dan pribadi si hehe,,, jadi belum semua film dibawah saya tonton, apakah kalian sudah menontonya??? baca dullu subnya nih :
1. The Raid
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Dunia
perfilman Indonesia yang baru saja menghebohkan dunia lewat film the Raid,
penayangan perdana di hollywood mendapat sambutan luar biasa dari insan
perfilman, bahkan tidak hanya di amerika film tersebut mendapat apresiasi
tinggi, di Kanada,Australia yang juga menjadi negara tempat penayangan perdana
secara serempak selalu disesaki penonton. Sebelum beredar di bioskop, ‘the
Raid’ yang diproduksi tahun 2011 telah mendulang beragam penghargaan bergengsi
di kancah perfilman internasional, seperti Cadillacs People’s Choice Award,di
Toronto international film festival 2011, dan the Best Film sekaligus Audience
Award di Jameson Dublin International Film Festival 2012. ‘The Raid’ juga ikut
serta dalam festival film Sundance 2012, dan menjadi salah satu karya yang
paling disukai panitia Sundance.
2. Modus
Anomali
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film yang
diproduksi oleh Lifelike Pictures ini diproduseri Sheila Timothy dan dinilsi
berhasil karena mendapat apresiasi positif di berbagai kancah film dunia.
Setelah melakukan world premiere di festival film terbesar kedua di Amerika
Serikat yakni South By Southwest (SXSW) 2012, di Austin, Texas pada 9-17 Maret
2012 lalu, film besutan sutradara Joko Anwar ini mendapat sorotan luas.
Film ini
juga terpilih ditayangkan pada “Midnighters”, sebuah seksi acara khusus yang
menampilkan film-film terpilih bergenre fantastik untuk ditayangkan pada tengah
malam. Film yang dibintangi Rio Dewanto ini juga mendapat tanggapan positif
dari para kritikus dan blogger film di Amerika.
Modus
anomali sempat pula meraih sejumlah penghargaan, antara lain Bucheon Award di
Korea Selatan. Setelah menyabet penghargaan bergengsi ini, beberapa investor
film mancanegara dikabarkan menyatakan ketertarikan mereka untuk dilibatkan
dalam proses produksinya.
Film
Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris ini memang ditargetkan untuk pasar
luar negeri. Film thriller ini bercerita tentang seorang lelaki yang harus
menyelamatkan keluarganya yang hilang saat sedang berlibur di sebuah hutan. Di
hutan itu, dia harus berjuang menghindari kejaran seorang pembunuh misterius.
3. The Witness
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film Indonesia yang juga mendapat sambutan hangat di negara lain, adalah
The Witness, film bergenre thriller. Film yang disutradarai Muhammad Yusuf ini
sudah tayang di Filipina sejak 21 Maret lalu. Untuk pertama kalinya film
Indonesia dapat tayang secara komersil di sana, tidak sebatas sebagai pengisi
di festival film saja.
Sebelum ditayangkan untuk umum, Cinema Evaluation Board (CEB), sebuah
badan resmi dari Dewan Pengembangan Film Filipina, memberi nilai A untuk The
Witness. Tak cuma itu, sejumlah media Filipina bahkan berpendapat sineas-sineas
Filipino harus belajar membuat film dari Indonesia.
Tak hanya di Filipina, menurut produser Sarjono Sutrisno, The Witness
juga akan diputar di sejumlah negara Asia. “Rencananya Juni akan tayang di
Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, dan Dubai. Kami mau kuatkan dulu di
Asia,” ujarnya.
Film untuk 18 tahun ke atas ini bercerita tentang seorang wanita bernama
Angel (Gwen Zamora) yang dihantui mimpi aneh. Ia bermimpi ada pemuda mencoba
bunuh diri dengan menembakkan senjatanya sendiri ke mulut. Film ini akan mulai
diputar di bioskop Tanah Air pada 26 April 2012 mendatang. (dikutip dari
Fajar.co.id)
4. Lovely Man
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Lovely Man merupakan film Indonesia yang masuk nominasi Osaka Asian Film
Festival, Jepang bersama film Indonesia lainnya yang berjudul Langit Biru.
Fajar.co.id menulis bahwa terpilihnya dua film dari Indonesia ini merupakan hal
yang istimewa karena setiap tahun Festival Film di Osaka hanya memilih satu
film dari masing-masing negara peserta. Menurut panitia, kedua film ini dinilai
layak masuk kualifikasi karena kualitas dan keunikannya. Pada ajang tersebut
akhirnya Lovely Man berhasil meraih penghargaan Best Actor untuk Donny Damara
Film Lovely Man sempat diputar di bioskop Cine Nouveau. Film yang
disutradarai Teddy Soeriaatmadja ini pun mampu menyedot cukup banyak penonton
di Jepang yang tertarik dengan film-film Asia berkualitas. Di dalam negeri
sendiri, film ini meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik yakni Donny
Damara pada ajang Indonesian Movie Award (IMA) 2012.
Film ini pada dasarnya merupakan film keluarga yang menceritakan
hubungan ayah dan anak yang sudah lama tidak saling bertemu. Dalam film ini
disajikan sosok anak yang santun, berjilbab dan seorang lulusan pesantren, yang
akhirnya bertemu dengan sang ayah yang bergulat dengan hidup yang keras sebagai
waria di Ibukota Jakarta. Salah seorang penonton Jepang berkomentar, “Film
Indonesia lebih mudah dipahami dalam menyampaikan pesannya, dibandingkan film
Jepang yang selalu cenderung rumit
Sementara itu, film musikal anak-anak Langit Biru diputar di Umeda
Garden Cinema. Dalam film tersebut, sang sutradara, Lasja F. Susatyo,
menggambarkan problema sehari-hari pada anak-anak di Jakarta dan cara mereka
mengatasi masalah mereka sendiri. Salah satu tema yang diusung adalah soal
perbedaan dan sikap saling menghargai perbedaan tersebut.
5. Pintu
Terlarang
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Gebrakan
pada dunia film internasional dilakukan film Indonesia lainnya yakni, pintu
terlarang. Sebenarnya film bergenre horor yang dibintangi aktor Fachri Albar
ini kurang mendapat apresiasi di Indonesia. Namun film yang dirilis pada tahun
2009 tersebut cukup menerima penghargaan di internasional. Bahkan ‘Pintu
Terlarang’ terpilih dan diputar pada ajang Intenational Film Festival Rotterdam
ke 38 pada 21 Januari hingga 1 februari 2009 silam, dan penghargaan cukup
membanggakan diraih di Fantastic Film Festival. Dalam festival yang digelar di
Korea Selatan 16 hingga 26 Juli tersebut, ‘Pintu Terlarang’ mendapat penghargaan
Best of Puchon atau salah satu kategori film terbaik. Selain Fachri Albar, film
ini melibatkan artis ternama lainnya seperti Marsha Timothy, Ario Bayu, Tio
Pakusadewo, dan Henidar Amroe, cerita film ini diadapasi dari novel berjudul
sama, karya Sekar Ayu Asmara.
6. Denias,
Senandung di Atas Awan
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film yang
disutradari oleh John de Rantau dan diproduksi pada tahun 2006 ini, dibintangi
oleh Albert Thom Joshua Fakdawer, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen dan Marcella
Zalianty.
Film ini
juga berhasil masuk seleksi panitia Piala Oscar tahun 2008. Dikutip dari
Wikipedia, Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman
Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh
setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini
merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.
Sebuah film
yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di
Indonesia. Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa
pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan
masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam
film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam
dengan begitu indahnya.
7. The
Photograph
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
The
Photograph dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Nan Achnas ini
sempat juga akan masuk seleksi panitia Piala Oscar tahun 2008 untuk kategori
film asing, meski yang akhirnya terpilih hanya film Denias, Senandung di Atas
Awan saja. Film ini dibintangi antara lain oleh Indy Barends, Kay Tong Lim, dan
Shanty.
The
Photograph juga pernah ditayangkan pada ajang Festival Film Internasional Pusan
(PIFF) ke-12 di Korea Selatan.
8. Daun Di
atas Bantal
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film yang
kurang diminati di negeri sendiri tapi mendapat apresiasi tinggi di luar negeri
juga diterima film daun di atas bantal. Film karya sutradara Garin Nugroho yang
diproduksi tahun 1998 ini sempat terhenti pembuatannya akibat krisis ekonomi
yang melanda indonesia pada 1987 silam. Film yang di produksi oleh Christine
Hakim tersebut akhirnya diselesaikan di Australia. Film yang mengisahkan
seorang ibu dengan tiga anak jalanan itu selesai berkat adanya bantuan dari
pihak ketiga, seperti Hubert Bals Fund, NHK, dan lainnya. Walaupun
penggarapannya sempat terhenti, namun film tersebut dianggap memiliki kualitas
sebagai film festival secara penggarapan. Terbukti dengan beberapa penghargaan
intenasional yang diraih daun di atas bantal. Pada ajang asia Pacific Film
Festival pada tahun 1998, ‘Daun di Atas Bantal’ dinobatkan sebagai film
terbaik,dan Christine Hakim sebagai aktris terbaik. Menjadi unggulan dalam
kategori Silver Screen Award Best Asian Feature film pada Singapore
International Film Festival pada 1999. Sementara sutradara Garin Nugroho
memperoleh Special Jury Prize pada Tokyo International Film festival 1998.
9. Laskar
Pelangi
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film
Indonesia lainnya yang mendapat banyak penghargaan internasional yakni Laskar
Pelangi. Film yang diadopsi dari novel laris karya Andrea Hirata dengan judul
yang sama juga menjadi salah satu film yang diputar pada festival film
international fukuoka 2009 di Jepang. film yang disutradarai Riri Riza itu juga
diputar di barcelona asian film festival 2009 di spanyol,singapore
international film festival 2009, 11th Udine Far East Film Festival di Italia,
dan Los Angeles Asia Pacific Film Festival 2009 di Amerika Serikat. Bahkan
studio film di negara seperti, Namibia, Spanyol, Italia, Hongkong, Singapura,
Jerman, Amerika, Australia, dan Portugal beramai-ramai menayangkan film tentang
mimpi 10 anak di desa terpencil dalam mengenyam pendidikan tersebut. Setelah
rilis pada tahun 2008, ‘Laskar Pelangi’ meraih penghargaan the Golden Butterfly
Award untuk kategori film terbaik di International Festival of Film for
Children dan Young Adults di Hamedan, Iran. Menjadi nominasi film terbaik di
Berlin International Film Festival 2009, serta editor terbaik asian film 2009
di Hongkong.
10.
Pasir Berbisik
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Film
Indonesia lainnya yang berhasil mencuri perhatian dunia yakni, ‘Pasir
Berbisik’. Film yang disutradarai Nan Achnas ini mengambil latar keindangan
Gunung Bromo. Selain ketajaman ide cerita, pesona keindahan alam Gunung Bromo
membuat film ini memiliki daya tarik luar biasa. Belum lagi akting dari aktris
senior Christine Hakim dengan aktris muda kala itu, Dian Sastro Wardoyo,
dinilai pengamat film di tanah air, membuat ‘Pasir Berbisik’ terasa lebih hidup
dan enak dinikmati. Totalitas artis papan atas lainnya seperti, Didi Petet, Dik
Doang, Slamet Raharjo, Mang Udel, dan Dessy Fitri memperlihatkan film Indonesia
juga memiliki kelas tersendiri. Setelah cukup mendapat perhatian dari insan
film di tanah air, ‘Pasir Berbisik’ mampu meraih penghargaan internasional,
seperti Best Cinematography Award, Best Sound Award, dan Jury’s Special Award
for Most Promising Director untuk Festival Film Asia Pacifik 2001, artis wanita
terbaik, Festival Film Asiatique Deauville 2002. Artis wanita terbaik pada
Festival Film Antarbangsa Singapura ke-15.
11. Meraih Mimpi (Sing to the Dawn)
11 Film Indonesia yang mendunia paling bagus
Meraih Mimpi adalah film animasi Indonesia yang telah ditayangkan ke
sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Timur Tengah, dan Rusia. Bahkan
seperti dikutip dari Tempo Interaktif, Managing Direktur Kinema Systrans
Multimedia yang memproduksi film tersebut menjelaskan bahwa film ini juga
dipasarkan ke Jerman dan Eropa Timur.
Film ini merupakan film animasi tiga dimensi musikal pertama di
Indonesia yang mengisahkan perjuangan kakak-adik, Dana dan Rai, dalam
mempertahankan desa mereka yang hendak dihancurkan kontraktor bangunan.
Untuk diketahui, Meraih Mimpi dikerjakan oleh 100 animator lokal dari
rumah produksi yang bermarkas di Batam dengan biaya produksi mencapai US$ 5
juta. Ide cerita diambil berdasarkan novel karya penulis Singapura, Minfong Ho,
dengan judul Sing to the Dawn. Bukunya ditulis pada 1970-an dan menjadi
literatur wajib di Singapura. Pemutaran perdana film ini bahkan bukan di
Indonesia, melainkan di Singapura.
Pada penayangannya di Singapura film ini berjudul Sing to the Dawn
dengan alih suara bahasa Inggris. Film ini memang ditargetkan dapat menembus
pasar internasional. Setelah diputar perdana di Singapura pada Oktober 2010.
Baru diputar di Indonesia september 2011.
Waktu jeda setahun itu, menurut General Manager Kinema Dewi
Pintokoratri, digunakan untuk alih bahasa ke bahasa Indonesia. Karakter utama
versi Indonesia diisi suara oleh Gita Gutawa dan penyanyi cilik Indonesian
Idol, Patton. Pemutaran di Singapura, film ini hanya mampu meraup 300 ribu
penonton.
Lanjutkan.
ReplyDelete